Mengenang Kembali Perhiasan Zaman Prasejarah
Kedekekatan hubungan antara wanita dan perhiasan ini ternyata sudah dimulai sejak zaman prasejarah, lho. Walaupun pada zaman prasejarah ini manusia masih menggunakan simbol-simbol dan isyarat untuk berkomunikasi, namun ternyata mereka sudah sadar betul akan fungsi perhisan sebagai alat mempercantik diri dan penunjuk status sosial.Pada Zaman Batu
Pada zaman ini, peralatan yang digunakan
manusia memang masih ala kadarnya. Mereka memanfaatkan batu untuk
dijadikan alat memotong dan senjata. Tapi ternyata, di zaman ini sudah
banyak ditemukan berbagai perhiasan, seperti gelang, kalung dan anting.
Biasanya, perhiasan digunakan sebagai mahar atau mas kawin ketika
seorang lelaki ingin melar seorang perempuan.
Perhiasan
pada zaman ini umumnya terbuat dari batu-batuan, seperti batu agate,
batu kalsedon, dan batu yaspis dengan berbagai warna. Tidak hanya itu,
perhiasan pada zaman ini juga dibuat dengan menggunakan kulit kerang.
Berbeda dengan zaman sekarang, pada Zaman Batu ini tentunya seluruh
perhiasan dibuat dengan tangan manusia itu sendiri dan dibantu dengan
alat seadanya.
Di Indonesia, perhiasan zaman batu ini banyak ditemukan diJawa Barat dan Jawa Tengah. Sedangkan
di luar negeri, perhiasan zaman batu ini banyak ditemukan di Siberia,
Jepang, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, dan Taiwan.
Pada Zaman Logam
Pada zaman ini manusia sudah bisa
menciptakan berbagai peralatan dari logam. Mereka sudah mengenal teknik
melebur dan mencetak alat-alat yang mereka inginkan. Oleh karena itu, di
zaman ini manusia sudah mulai memanfaat logam, seperti perunggu dan
emas, untuk membuat perhiasan dengan beragam bentuk. Masyakat pada Zaman
Logam ini biasanya menjadikan perhiasan dari perunggu sebagai bekal
kubur mereka.
Tak lama setelah
masyarakat pada zaman logam menemukan emas dan perunggu, mereka kemudian
menemukan perak dan membuatnya menjadi perhiasan. Saat itu, perak
banyak ditemukan di Eropa dan Asia Barat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar