Kamis, 31 Agustus 2017

Mengenang Kembali Perhiasan Zaman Prasejarah

Mengenang Kembali Perhiasan Zaman Prasejarah

Kedekekatan hubungan antara wanita dan perhiasan ini ternyata sudah dimulai sejak zaman prasejarah, lho. Walaupun pada zaman prasejarah ini manusia masih menggunakan simbol-simbol dan isyarat untuk berkomunikasi, namun ternyata mereka sudah sadar betul akan fungsi perhisan sebagai alat mempercantik diri dan penunjuk status sosial.

Pada Zaman Batu 


Pada zaman ini, peralatan yang digunakan manusia memang masih ala kadarnya. Mereka memanfaatkan batu untuk dijadikan alat memotong dan senjata. Tapi ternyata, di zaman ini sudah banyak ditemukan berbagai perhiasan, seperti gelang, kalung dan anting. Biasanya, perhiasan digunakan sebagai mahar atau mas kawin ketika seorang lelaki ingin melar seorang perempuan.



Perhiasan pada zaman ini umumnya terbuat dari batu-batuan, seperti batu agate, batu kalsedon, dan batu yaspis dengan berbagai warna. Tidak hanya itu, perhiasan pada zaman ini juga dibuat dengan menggunakan kulit kerang. Berbeda dengan zaman sekarang, pada Zaman Batu ini tentunya seluruh perhiasan dibuat dengan tangan manusia itu sendiri dan dibantu dengan alat seadanya.
Di Indonesia, perhiasan zaman batu ini banyak ditemukan diJawa Barat dan Jawa Tengah. Sedangkan di luar negeri, perhiasan zaman batu ini banyak ditemukan di Siberia, Jepang, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, dan Taiwan.

Pada Zaman Logam 

Pada zaman ini manusia sudah bisa menciptakan berbagai peralatan dari logam. Mereka sudah mengenal teknik melebur dan mencetak alat-alat yang mereka inginkan. Oleh karena itu, di zaman ini manusia sudah mulai memanfaat logam, seperti perunggu dan emas, untuk membuat perhiasan dengan beragam bentuk. Masyakat pada Zaman Logam ini biasanya menjadikan perhiasan dari perunggu sebagai bekal kubur mereka.

Tak lama setelah masyarakat pada zaman logam menemukan emas dan perunggu, mereka kemudian menemukan perak dan membuatnya menjadi perhiasan. Saat itu, perak banyak ditemukan di Eropa dan Asia Barat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar