Sabtu, 09 September 2017

Penyebab Penyakit Flu Yang Berkepanjangan

Penyebab Penyakit Flu Yang Berkepanjangan

Dalam dunia yang serba cepat ini, pasti kesal rasanya jika pekerjaan harus diperlambat gara-gara pilek. Tentu saja, Anda tidak dapat berhenti bekerja hanya gara-gara pilek sehingga Anda terpaksa bekerja meski sedang pilek dan berharap bisa pulih secepatnya. Dan memang, kadang pilek bisa cepat hilang. Tapi yang lebih sering, justru pilek berkepanjangan yang membuat Anda selalu bersin dan tidak enak badan. Pilek biasanya berlangsung selama 3 sampai 7 hari, tetapi kadang-kadang bisa bertahan selama 2 minggu. Jika Anda mengalaminya lebih lama dari 2 minggu, mungkin ada baiknya cari tahu apa penyebab pilek berkepanjangan tersebut. Salah satu dari 6 hal berikut mungkin adalah penyebabnya.

Sering kurang tidur

Tidur membantu memulihkan sistem kekebalan tubuh dan mempertahankannya tetap kuat. Ketika terserang pilek, Anda perlu mendapat banyak istirahat untuk membantu tubuh yang sedang melawan virus. Istirahat sangat penting dalam 3 hari pertama.
Tidur yang tidak memadai juga bisa membuat Anda rentan terserang pilek. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam semalam hampir 3 kali lebih rentan sakit daripada mereka yang tidur 8 jam atau lebih.

Tubuh kekurangan cairan

Saat sedang sakit, tubuh gampang kekurangan cairan. Sakit tenggorokan misalnya bisa dengan mudahnya membuat Anda malas menelan apapun. Demam juga membuat cairan tubuh keluar melalui keringat. Ditambah lagi, Anda kehilangan cairan saat pilek terus-menerus mengalir. Dan lebih jauh lagi, obat-obat flu bisa semakin menguras cairan dari dalam tubuh. Jadi, minumlah banyak air, jus, atau sup. Efek samping positifnya: Semua cairan tersebut bisa membantu menyingkirkan mukus (lendir) dari dalam hidung dan tenggorokan. Jauhi alkohol, kopi, atau minuman beralkohol lainnya karena justru minuman tersebut malah memicu dehidrasi.

Anda sedang stres


Pada saat Anda sedang tertekan karena beban hidup, pekerjaan, atau beban lainnya, semuanya berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh. Anda jadi tidak mampu melawan virus sebagaimana mestinya. Itu membuat Anda lebih rentan terserang flu, dan sekalinya itu terjadi, pilek Anda semakin buruk. Stres yang berkepanjangan membuat tubuh Anda kurang mampu merespon kortisol—hormon yang mengontrol respon tubuh terhadap ancaman semacam virus penyebab pilek.

Salah mengobati penyakit

Mudah saja untuk keliru mengira penyakit lain sebagai pilek. Anda mungkin sudah mengobati “pilek” ini selama beberapa minggu, baru kemudian tersadar bahwa alasan Anda mengalami pilek berkepanjangan karena alergi. Berikut tipsnya untuk membedakan antara pilek dengan alergi:
    Batuk-batuk—batuk terkadang dirasa oleh penderita alergi, sedangkan pada orang yang pilek batuk lebih sering terjadi.
    Sakit dan nyeri—meskipun penderita alergi tidak mengalami gejala ini, orang yang pilek bisa jadi merasa sakit dan nyeri.
    Mata gatal—jika mata terasa gatal, kemungkinan besar Anda terkena alergi dan ini jarang dialami penderita pilek.
    Sakit tenggorokan—orang yang memiliki alergi hanya sesekali merasakan ini, lain halnya dengan penderita pilek yang sering kali merasa sakit tenggorokan.
Demam—tidak pernah terjadi pada alergi dan jarang terjadi pada penderita pilek.
Jika ternyata penyebab pilek berkepanjangan yang Anda alami adalah alergi, maka segeralah ubah teknik mengobatinya. Alergi biasanya dapat diatasi dengan menghindari serta menyingkirkan pemicu-pemicu alergi, misalnya serbuk sari, debu, bulu hewan peliharaan, dan kapang. Untuk mengetahui lanjut mengenai pengobatan alergi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Salah cara mengatasi


Kita semua sering mendengar herbal-herbal yang populer sebagai obat pilek. Kata orang-orang herbal-herbal ini sanggup mengobati pilek hanya dalam waktu singkat. Tetapi ingatlah bahwa tidak semua herbal yang diklaim orang-orang itu benar-benar ampuh mengatasi pilek.
Banyak juga yang bilang dengan minum suplemen vitamin C bisa mempercepat kesembuhan. Akan tetapi kenyataanya hanya sedikit bukti ilmiah yang memperlihatkan bahwa vitamin C benar-benar bisa membantu. Sebenarnya, untuk mengobati pilek tidak cukup hanya dengan minum herbal atau suplemen.Obat antibiotik juga tidak bakal membantu, karena penyebab pilek adalah virus sedangkan antibiotik hanya berguna untuk membunuh bakteri. Cara terbaik untuk membantu penyembuhan pilek adalah dengan sebisa mungkin mengurangi keparahan gejala-gejalanya.

Tidak mau beristirahat

Memang tidak apa-apa tetap beraktivitas bila gejala pilek hanya dialami dari bagian leher ke atas saja, seperti hidung meler, kepala berat, bersin-bersin, atau sakit tenggorokan. Anda bahkan mungkin masih boleh berolahraga lari atau jalan kaki dalam kondisi seperti itu.
Akan tetapi jika gejala-gejala pilek sudah sampai dialami di sekujur tubuh, itu berarti tubuh memberi sinyal minta istirahat. Gejala tersebut misalnya sesak dada, batuk keras, sakit perut, demam, nyeri otot, atau kelelahan. Izinkanlah tubuh untuk istirahat sejenak dan berikan waktu bagi sistem kekebalan tubuh untuk mengisi ulang tenaganya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar