Jumat, 01 September 2017

Ternyata Tujuan Utama Pemakaian Perhisaan

Ternyata Tujuan Utama Pemakaian Perhisaan

Di negeri kita banyak orang menganggap memakai perhiasan sebagai lambang status kedudukan. Apa saja tujuan lain dari perhiasan? berikut penjelasannya :

Menabung


Sebuah slogan di salah satu toko emas yang pernah saya lihat di Blok M mengatakan membeli emas adalah berdandan sambil menabung. Ada benarnya juga kalau dilihat nilai rupiah yang suka anjlok gara-gara devaluasi, lebih baik membeli emas, harganya tidak pernah turun drastis. Walau sesudah berbentuk perhiasan harga emas tentu saja lebih mahal daripada yang berbentuk kepingan karena upah membuatnya, tetap saja bila Anda sedang memerlukan uang Anda dapat menjualnya kembali.

Bergaya


Tentu saja tujuan utama memakai perhiasan adalah bergaya, baik perhiasan yang dari emas asli atau yang palsu. Siapa yang tidak ingin dibilang kaya atau berkedudukan, karena itu perhiasan dari emas murni penting untuk menunjukkan status. Mungkin karena alasan inilah, kuatir disangka pamer, saya cuma membeli tetapi tidak suka memakai perhiasan sampai-sampai ketika kami pindah ke AS para tetangga memberi saya kalung emas sebagai kenang-kenangan.

Status perkawinan


Salah satu fungsi perhiasan, dalam hal ini cincin, ialah memberitahu khalayak ramai status perkawinan pemakainya. Pria memberi wanita cincin ketika melamar, cincin itu menandakan keseriusannya untuk menjalin ikatan hubungan mereka. Namun banyak pria yang tidak memakai cincin kawinnya dengan alasan dia tidak suka memakai perhiasan. Atau ada juga yang berkata mereka tidak suka didefinisikan melalui status perkawinannya. Kenyataannya mungkin mereka ingin mengelabui gadis-gadis supaya dikira masih lajang. Cincin kawin lebih bermanfaat bagi kaum wanita karena bersifat melindungi pemakainya dari gangguan pria. Cincin di jari manis kiri berarti jangan diusik, sudah ada yang punya.

Status kedudukan


Raja dan ratu memakai mahkota bukan untuk sebagai perhiasan belaka tetapi untuk menunjukkan status kedudukan mereka. Begitu pun ratu kecantikan diberi mahkota untuk menunjukkan statusnya sebagai pemenang, sebagai ratu. Mahkota tidak selalu harus dari emas dan berlian, kepala suku Indian memakai hiasan kepala dari bulu-bulu burung untuk menunjukkan statusnya. Paus memakai hiasan kepala dari kain dan cincin di jarinya yang menandakan dia kepala tertinggi dari gereja Katolik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar